MANHAJ SISTEMATIKA NUZULNYA WAHYU

MANHAJ SISTEMATIKA NUZULNYA WAHYU
(Ketiga dari 3 Bagian)

Wahyu keempat (al-Mudatstsir: 1-7) yang menyusul berikutnya berisi perintah untuk mendakwahkan Islam. Kehebatan Islam tidak boleh hanya dinikmati secara pribadi, tetapi harus didakwahkan kepada masyarakat luas. Kekuatan aqidah yang telah tertanam dari al-Alaq, kekuatan cita-cita yang diperoleh dari al-Qalam, kekuatan ruhiyah yang disadap dari pelaksanaan al-Muzammiltidak akan banyak berarti tanpa tampil mengambil peran mendakwahkan dan memperjuangkan dienul Islam. Maka dalam wahyu keempat ini Allah Swt memerintahkan agar seseorang mukmin tampil di gelangang memberikan peringatan kepada manusia. Mengagungkan asma Allah dalam ucapan maupun kerja nyata, mensucikan diri dan lingkungan dari perbuatan maksiat, meninggalkan segala perbuatan dosa, tidak memberi dengan maksud memperoleh imbalan yang lebih banyak dan bersabar atas ketetapan Tuhan.

Wahyu kelima (al-Fatihah:1-7)yang datang kemudian merupakan informasi utuh yang menggambarkan satu kesatuan ajaran satu kesatuan ajaran Islam (unity of Islam). Klise tentang ajaran Islam secara kaffah itu dapat ditemukan di dalam kandungan Surat al-Fatihah ini. Padanya terdapat nilai-nilai dasar yaitu tauhid, baik tauhid rububiyah, uluhiyah, mulkiyah maupun asma wa shiffat. Terdapat pula bab tentang ibadah dan do’a petunjuk tentang jalan lurus dan jalan sesat,dan sebagainya.

Manhaj Sistematika Nuzulnya Wahyu atau Manhaj Tartib Nuzulil Wahyi yang dijadikan manhaj alternative di Hidayatullah atau yang namanya terkenal sebagai Sistematika Wahyu adalah pola dasar perjuangan Hidayatullah yang bersifat ijtihadi untuk merekontruksi nilai-nilai Al-Qur’an secara sistematis berdasarkan rangkaian lima surat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah Saw dan dipahami memiliki kerangka filosofis, ideologis serta operasional, dengan tujuan menghidupkan nilai-nilai secara kaffah dalam diri jamaah dan umat manusia guna melaksanakan risalah perjuangan membangun peradaban Islam.

Oleh karena itu Sistematika Nuzulnya Wahyu merupakan landasan ideal yang mengandung paradigma dalam membangun peradaban Islam tersebut. Namun begitu Sistematka Wahyu tetaplah sebagai produk ijtihad manusia yang dapat diperbaiki dan diperbaharui.

Batasan pengertian Mahnaj Sistematika Wahyu itu meliputi unsur-unsur khittah meniti jalan ber-Qur’an yang kejelasannya tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Hidayatullah sebagai Harakah al-Jihadiyah al-Islamiyah dan Jamaah min Jamaa’aat al-Muslimin.

Sumber: Panduan Berislam (Jilid 1)


About this entry